Alhamdulillah, shalawat
dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa
sallam, keluarga dan sahabatnya.
Saudaraku! Anda pernah
mendapat cobaan dihadapkan pada suatu keadaan sulit? Kebingungan mencari
pekerjaan, atau tidak mampu membeli sebagian kebutuhan anda? Kala itu, anda
hanya bisa melamun, berandai-andai dan membayangkan? Tidak jarang andapun
berkata dan berjanji pada diri sendiri:
Andai aku mendapat
pekerjaan, andai aku memiliki uang banyak…
Aku akan berbuat demikian dan demikian...
Aku akan berbuat demikian dan demikian...
Bahkan mungkin tanpa
kesulitanpun anda sering berandai-andai:
Andai aku memiliki harta
yang lebih banyak…
Andai aku memiliki 10 toko, atau perusahaan saya menjadi besar dan go public, saya akan demikian dan demikian..
Andai aku punya waktu luang, andai aku punya kesempatan… Saya akan demikian dan demikian.
Coba anda kembali mengingat-ingat pengalaman masa lalu anda. Saya yakin anda pernah melakukan hal itu.
Tidak perlu malu saudaraku! Sayapun demikian juga, tidak beda dengan anda, selalu dibuai oleh “andai, kalau, dan lamunan.”
Andai aku memiliki 10 toko, atau perusahaan saya menjadi besar dan go public, saya akan demikian dan demikian..
Andai aku punya waktu luang, andai aku punya kesempatan… Saya akan demikian dan demikian.
Coba anda kembali mengingat-ingat pengalaman masa lalu anda. Saya yakin anda pernah melakukan hal itu.
Tidak perlu malu saudaraku! Sayapun demikian juga, tidak beda dengan anda, selalu dibuai oleh “andai, kalau, dan lamunan.”
Oleh karena itu, saya
mengajak anda untuk mengenali jati diri kita masing-masing melalui lamunan dan
andaian tersebut. Bila anda kuasa untuk membuktikan andaian dan lamunan anda
dalam dunia nyata, maka anda adalah seorang yang benar-benar beriman, tapi
sebaliknya… na’uzubillah.
Diriwayatkan dari
sahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu: bahwa ia mendengar Rasululah shallalahu
‘alaihi wa sallam telah bersabda:
إِنَّ ثَلاَثَةً فِى
بَنِى إِسْرَائِيلَ؛ أَبْرَصَ وَأَقْرَعَ وَأَعْمَى. فَأَرَادَ اللَّهُ أَنْ
يَبْتَلِيَهُمْ، فَبَعَثَ إِلَيْهِمْ مَلَكًا فَأَتَى الأَبْرَصَ، فَقَالَ: أَىُّ شَىْءٍ
أَحَبُّ إِلَيْكَ؟ قَالَ: لَوْنٌ حَسَنٌ، وَجِلْدٌ حَسَنٌ، وَيَذْهَبُ عَنِّى
الَّذِى قَدْ قَذِرَنِى النَّاسُ. قَالَ: فَمَسَحَهُ، فَذَهَبَ عَنْهُ قَذَرُهُ،
وَأُعْطِىَ لَوْنًا حَسَنًا، وَجِلْدًا حَسَنًا. قَالَ: فَأَىُّ الْمَالِ أَحَبُّ
إِلَيْكَ؟ قَالَ: الإِبِلُ أَوْ الْبَقَرُ، -شك إسحَاق- فَأُعْطِىَ نَاقَةً
عُشَرَاءَ، فَقَالَ: بَارَكَ اللَّهُ لَكَ فِيهَا.
قَالَ: فَأَتَى الأَقْرَعَ، فَقَالَ: أَىُّ شَىْءٍ أَحَبُّ إِلَيْكَ؟ قَالَ: شَعَرٌ حَسَنٌ، وَيَذْهَبُ عَنِّى هَذَا الَّذِى قَذِرَنِى النَّاسُ. قَالَ: فَمَسَحَهُ، فَذَهَبَ عَنْهُ، وَأُعْطِىَ شَعَرًا حَسَنًا. قَالَ: فَأَىُّ الْمَالِ أَحَبُّ إِلَيْكَ؟ قَالَ: الْبَقَرُ أو
الإبل، فَأُعْطِىَ بَقَرَةً حَامِلاً، فَقَالَ: بَارَكَ اللَّهُ لَكَ فِيهَا.
قَالَ: فَأَتَى الأَقْرَعَ، فَقَالَ: أَىُّ شَىْءٍ أَحَبُّ إِلَيْكَ؟ قَالَ: شَعَرٌ حَسَنٌ، وَيَذْهَبُ عَنِّى هَذَا الَّذِى قَذِرَنِى النَّاسُ. قَالَ: فَمَسَحَهُ، فَذَهَبَ عَنْهُ، وَأُعْطِىَ شَعَرًا حَسَنًا. قَالَ: فَأَىُّ الْمَالِ أَحَبُّ إِلَيْكَ؟ قَالَ: الْبَقَرُ أو
الإبل، فَأُعْطِىَ بَقَرَةً حَامِلاً، فَقَالَ: بَارَكَ اللَّهُ لَكَ فِيهَا.
قَالَ: فَأَتَى
الأَعْمَى، فَقَالَ: أَىُّ شَىْءٍ أَحَبُّ إِلَيْكَ؟ قَالَ: أَنْ يَرُدَّ اللَّهُ
إِلَىَّ بَصَرِى، فَأُبْصِرَ بِهِ النَّاسَ . قَالَ: فَمَسَحَهُ فَرَدَّ اللَّهُ
إِلَيْهِ بَصَرَهُ، قَالَ: فَأَىُّ الْمَالِ أَحَبُّ إِلَيْكَ؟ قَالَ: الْغَنَمُ.
فَأُعْطِىَ شَاةً وَالِدًا.
فَأُنْتِجَ هَذَانِ وَوَلَّدَ هَذَا. قَالَ: فَكَانَ لِهَذَا وَادٍ مِنَ الإِبِلِ، وَلِهَذَا وَادٍ مِنَ الْبَقَرِ، وَلِهَذَا وَادٍ مِنَ الْغَنَمِ.
قَالَ: ثُمَّ إِنَّهُ أَتَى الأَبْرَصَ فِى صُورَتِهِ وَهَيْئَتِهِ، فَقَالَ: رَجُلٌ مِسْكِينٌ قَدِ انْقَطَعَتْ بِىَ الْحِبَالُ فِى سَفَرِى، فَلاَ بَلاَغَ لِىَ الْيَوْمَ إِلاَّ بِاللَّهِ ثُمَّ بِكَ، أَسْأَلُكَ بِالَّذِى أَعْطَاكَ اللَّوْنَ الْحَسَنَ وَالْجِلْدَ الْحَسَنَ وَالْمَالَ، بَعِيرًا أَتَبَلَّغُ عَلَيْهِ فِى سَفَرِى. فَقَالَ: الْحُقُوقُ كَثِيرَةٌ. فَقَالَ لَهُ: كَأَنِّى أَعْرِفُكَ، أَلَمْ تَكُنْ أَبْرَصَ، يَقْذَرُكَ النَّاسُ فَقِيرًا، فَأَعْطَاكَ اللَّهُ؟ فَقَالَ: إِنَّمَا وَرِثْتُ هَذَا الْمَالَ، كَابِرًا عَنْ كَابِرٍ. فَقَالَ: إِنْ كُنْتَ كَاذِبًا، فَصَيَّرَكَ اللَّهُ إِلَى مَا كُنْتَ.
فَأُنْتِجَ هَذَانِ وَوَلَّدَ هَذَا. قَالَ: فَكَانَ لِهَذَا وَادٍ مِنَ الإِبِلِ، وَلِهَذَا وَادٍ مِنَ الْبَقَرِ، وَلِهَذَا وَادٍ مِنَ الْغَنَمِ.
قَالَ: ثُمَّ إِنَّهُ أَتَى الأَبْرَصَ فِى صُورَتِهِ وَهَيْئَتِهِ، فَقَالَ: رَجُلٌ مِسْكِينٌ قَدِ انْقَطَعَتْ بِىَ الْحِبَالُ فِى سَفَرِى، فَلاَ بَلاَغَ لِىَ الْيَوْمَ إِلاَّ بِاللَّهِ ثُمَّ بِكَ، أَسْأَلُكَ بِالَّذِى أَعْطَاكَ اللَّوْنَ الْحَسَنَ وَالْجِلْدَ الْحَسَنَ وَالْمَالَ، بَعِيرًا أَتَبَلَّغُ عَلَيْهِ فِى سَفَرِى. فَقَالَ: الْحُقُوقُ كَثِيرَةٌ. فَقَالَ لَهُ: كَأَنِّى أَعْرِفُكَ، أَلَمْ تَكُنْ أَبْرَصَ، يَقْذَرُكَ النَّاسُ فَقِيرًا، فَأَعْطَاكَ اللَّهُ؟ فَقَالَ: إِنَّمَا وَرِثْتُ هَذَا الْمَالَ، كَابِرًا عَنْ كَابِرٍ. فَقَالَ: إِنْ كُنْتَ كَاذِبًا، فَصَيَّرَكَ اللَّهُ إِلَى مَا كُنْتَ.
قَالَ: وَأَتَى
الأَقْرَعَ فِى صُورَتِهِ، فَقَالَ لَهُ مِثْلَ مَا قَالَ لِهَذَا، وَرَدَّ
عَلَيْهِ مِثْلَ مَا رَدَّ عَلَى هَذَا، فَقَالَ: إِنْ كُنْتَ كَاذِبًا،
فَصَيَّرَكَ اللَّهُ إِلَى مَا كُنْتَ.
قَالَ: وَأَتَى الأَعْمَى فِى صُورَتِهِ وَهَيْئَتِهِ، فَقَالَ: رَجُلٌ مِسْكِينٌ، وَابْنُ سَبِيلٍ انْقَطَعَتْ بِىَ الْحِبَالُ فِى سَفَرِى، فَلاَ بَلاَغَ لِىَ الْيَوْمَ إِلاَّ بِاللَّهِ ثُمَّ بِكَ، أَسْأَلُكَ بِالَّذِى رَدَّ عَلَيْكَ بَصَرَكَ شَاةً أَتَبَلَّغُ بِهَا فِى سَفَرِى. فَقَالَ: قَدْ كُنْتُ أَعْمَى فَرَدَّ اللَّهُ إِلَىَّ بَصَرِى، فَخُذْ مَا شِئْتَ، وَدَعْ مَا شِئْتَ، فَوَاللَّهِ لاَ أَجْهَدُكَ الْيَوْمَ شَيْئًا أَخَذْتَهُ لِلَّهِ. فَقَالَ: أَمْسِكْ مَالَكَ، فَإِنَّمَا ابْتُلِيتُمْ، فَقَدْ رُضِىَ عَنْكَ وَسُخِطَ عَلَى صَاحِبَيْكَ.
قَالَ: وَأَتَى الأَعْمَى فِى صُورَتِهِ وَهَيْئَتِهِ، فَقَالَ: رَجُلٌ مِسْكِينٌ، وَابْنُ سَبِيلٍ انْقَطَعَتْ بِىَ الْحِبَالُ فِى سَفَرِى، فَلاَ بَلاَغَ لِىَ الْيَوْمَ إِلاَّ بِاللَّهِ ثُمَّ بِكَ، أَسْأَلُكَ بِالَّذِى رَدَّ عَلَيْكَ بَصَرَكَ شَاةً أَتَبَلَّغُ بِهَا فِى سَفَرِى. فَقَالَ: قَدْ كُنْتُ أَعْمَى فَرَدَّ اللَّهُ إِلَىَّ بَصَرِى، فَخُذْ مَا شِئْتَ، وَدَعْ مَا شِئْتَ، فَوَاللَّهِ لاَ أَجْهَدُكَ الْيَوْمَ شَيْئًا أَخَذْتَهُ لِلَّهِ. فَقَالَ: أَمْسِكْ مَالَكَ، فَإِنَّمَا ابْتُلِيتُمْ، فَقَدْ رُضِىَ عَنْكَ وَسُخِطَ عَلَى صَاحِبَيْكَ.
”Sesungguhnya ada tiga
orang dari Bani Israil: Orang pertama menderita penyakit kusta, orang kedua
berkepala botak, dan orang ketiga buta. Allah hendak menguji mereka, maka
Allahpun mengutus seorang Malaikat. Malaikat utusan Allah itupun mendatangai
orang pertama yang terkena kusta, dan bertanya: apa yang paling engkau
dambakan? Ia menjawab: Warna kulit yang bagus, dan sembuhnya penyakit yang aku
derita dan menyebabkan orang lain memperolok-olokku. Spontan Malaikat tersebut
mengusapnya, dan sekejap penyakitnya sembuh, dan ia diberi warna kulit yang
bagus. Selanjutnya Malaikat itu kembali bertanya kepadanya: Harta apa
yang paling engkau sukai? Ia menjawab: Onta atau sapi, –Ishaq perawi hadits ini
ragu- maka ia diberi seekor onta bunting, dan Malaikat itu berdoa untuknya:
Semoga Allah meberkahi ontamu.
Selanjutnya Malaikat itu
mendatangi orang yang berkepala botak, dan bertanya kepadanya: apa yang paling
engkau dambakan? Ia menjawab: rambut yang indah, dan sembuhnya penyakit yang
aku derita dan menyebabkan orang lain memperolok-olokku. Spontan Malaikat
tersebut mengusapnya, dan sekejap penyakitnya hilang, serta ia dikarunia rambut
indah. Selanjutnya Malaikat itu kembali bertanya: Harta apa yang paling engkau
sukai? Ia menjawab: Sapi atau onta, maka ia diberi sapi bunting, dan Malaikat
itu berdoa untuknya: Semoga Allah memberkahi sapimu.
Selanjutnya Malaikat itu
mendatangi orang yang buta, dan bertanya kepadanya: apa yang paling engkau
dambakan? Ia menjawab: Allah mengembalikan penglihatanku, sehingga aku bisa
melihat orang lain. Lalu Malaikat itu mengusapnya, dan Allah-pun mengembalikan
penglihatannnya. Selanjutnya Malaikat itu bertanya kepadanya: Harta apa yang
paling engkau dambakan? Ia menjawab: Kambing. Dan iapun segera diberi seekor
kambing bunting.
Tidak selang berapa lama
onta, sapi, dan kambing tersebut beranak pinak sehingga orang pertama memiliki
satu lembah onta, orang kedua memiliki satu lembah sapi dan orang ketiga
memiliki satu lembah kambing.
Nabi shallallahu ‘alaihi
wa sallam melanjutkan ceritanya dengan bersabda: “Selang beberapa lama,
Malaikat itu dengan rupa yang sama dengan rupanya disaat mengobati ketiganya,
orang yang dahulu menderita kusta, dan berkata: Aku adalah orang miskin, sedang
dalam perjalanan dan kehabisan bekal, sehingga saat ini aku tidak mungkin dapat
sampai ke tujuanku, kecuali dengan pertolongan Allah, lalu dengan
pertolonganmu. Demi Dzat yang telah memberimu warna yang elok, kulit halus, dan
harta yang melimpah, aku minta kepadamu seekor onta, untuk menjadi bekalku
melanjutkan perjalanan. Orang itu menjawab: Tanggunganku banyak sekali.
Mendengar jawaban lelaki itu, Malaikat tersebut berkata: Seakan aku pernah
mengenalmu. Bukankah dahulu engkau menderita kusta, sehingga dijauhi oleh
masyarakat, dan melarat. Selanjutnya Allah azza wa jalla mengaruniaimu kekayaan?
Lelaki itupun menjawab: Sesungguhnya harta ini aku warisi secara turun-temurun
dari nenek moyangku. Mendengar jawaban yang demikian, Malaikat itupun
berkata: Jikalau engkau berbohong, semoga Allah mengembalikanmu kepada
keadaanmu semula.
Nabi melanjutkan
ceritanya dengan bersabda: Kemudian dengan rupa yang sama dengan rupanya disaat
mengobati ketiganya, Malaikat itu mendatangi orang yang dahulu berkepala botak.
Iapun berkata seperti yang ia katakan kepada orang pertama, dan lelaki
itupun menjawab permintaan Malaikat seperti jawaban orang pertama, sehingga
Malaikat itupun berkata: bila engkau berdusta, semoga Allah mengembalikanmu
kepada keadaanmu semula.
Selanjutnya dengan rupa
yang sama dengan rupanya disaat mengobati ketiganya, Malaikat itu mendatangi
orang yang dahulu buta, dan berkata: aku adalah orang miskin, yang sedang dalam
perjalanan, dan kehabisan bekal, sehingga aku tidak bisa sampai pada tujuanku,
kecuali dengan pertolongan Allah, kemudian dengan pertolonganmu. Demi Dzat yang
telah mengembalikan penglihatanmu, aku meminta seekor kambing untuk menjadi
bekal perjalananku. Mendengar permintaan ini, lelaki itu menjawab: Dahulu aku
buta, kemudian Allah kembalikan penglihatanku, maka ambillah dari kambingku
sesuka hatimu, dan sisakan darinya sesuka hatimu. Sungguh demi Allah, aku tidak
berkeberatan dengan kambing yang engkau ambil di jalan Allah. Mendengar jawaban
santun ini, Malaikat itu berkata kepadanya: Jagalah hartamu, sesungguhnya
kalian telah diuji, dan sesungguhnya Allah telah meridhaimu, dan murka
kepada dua sahabatmu.”
(Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim)
Bagaimana nasib lamunan
dan angan-angan anda saudaraku! Mungkinkah lamunan anda dahulu telah hanyut
oleh lamunan dan angan-angan anda yang lebih baru? Semoga tidak.
Demikianlah salah satu
cara untuk mengetahui siapa sejatinya diri kita. Semoga Allah Ta’ala mengampuni
kekhilafan kita dan membimbing jalan hidup kita, sehingga hati kita selaras
dengan lahir kita.
Wallahu Ta’ala a’alam.
Ustadz Dr. Muhammad
Arifin Badri
Artikel PengusahaMuslim.com






0 komentar:
Posting Komentar